13 Bom di Jakarta (2023)

13 Bom di Jakarta (2023)

18 voting, rata-rata 7.0 dari 10

Nonton Film 13 Bom di Jakarta (2023) | Movindo24

Film 13 Bom di Jakarta (2024) adalah film laga Indonesia yang di rilis pada 28 Desember 2023 dan di sutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko. Film ini mengangkat tema terorisme serta sistem keuangan, dengan cerita yang berpusat pada ancaman organisasi teroris yang di pimpin oleh Ibrahim Gani (Rio Dewanto).

Sepanjang 143 menit, 13 Bom di Jakarta menyajikan aksi intens, termasuk ledakan dahsyat, baku tembak, kejar-kejaran mobil, dan konspirasi yang mengancam stabilitas ibu kota. Meskipun diklaim sebagai film laga terbesar di Indonesia pada 2023.

Dibintangi oleh Chicco Kurniawan, Ardhito Pramono, Lutesha Sadhewa, dan Putri Ayudya, film ini juga di sebut-sebut terinspirasi dari kasus nyata, yaitu teror bom Alam Sutera. Namun, banyak aspek dalam film yang jauh lebih dramatis dibandingkan kejadian sebenarnya.

Dengan sinematografi yang solid, efek visual yang memukau, serta intensitas aksi yang tinggi, 13 Bom di Jakarta tetap menjadi salah satu film aksi yang menarik untuk disaksikan, meskipun narasinya menuai pro dan kontra.

Awal Cerita: Munculnya Ancaman Teroris

Film di mulai dengan pengenalan Ibrahim Gani (Rio Dewanto), seorang mantan analis keuangan yang kecewa dengan sistem ekonomi Indonesia. Ia percaya bahwa korupsi di sektor keuangan telah menghancurkan banyak kehidupan rakyat kecil. Dengan keyakinan tersebut, Gani yang kemudian d ikenal dengan alias Arok, membentuk organisasi teroris dan mengancam akan meledakkan 13 bom di Jakarta.

Ancaman ini menjadi nyata ketika bom pertama meledak di gedung Bursa Efek Indonesia, menewaskan puluhan orang. Kepanikan pun melanda ibu kota, terutama setelah dua ledakan berikutnya terjadi di lokasi berbeda. Pihak kepolisian dan otoritas keuangan tampak kesulitan menghentikan ancaman ini.

Konflik: Upaya Mengungkap Jaringan Teroris

Di tengah kekacauan, dua pendiri Indodax, Oscar Darmawan (Chicco Kurniawan) dan William Sutanto (Ardhito Pramono), ikut terlibat dalam upaya membongkar jaringan teroris ini. Keduanya menemukan bahwa sistem keuangan yang mereka kelola menjadi target utama Gani.

Namun, alih-alih bekerja sama dengan kepolisian atau badan antiterorisme, Oscar dan William memilih untuk beraksi sendiri. Mereka melacak pergerakan keuangan yang mencurigakan, mencari pola transaksi yang mengarah pada jaringan Gani. Perjalanan mereka membawa mereka ke berbagai lokasi berbahaya di Jakarta, di mana mereka menghadapi ancaman dari kaki tangan Gani.

Sementara itu, Agnes (Lutesha Sadhewa), seorang agen independen, mencoba menghubungi agen intelijen Karin (Putri Ayudya) untuk memberikan informasi penting. Namun, alih-alih mencari jalur komunikasi resmi, ia memilih membeli ponsel dari pasar gelap demi alasan keamanan.

Seiring berjalannya cerita, semakin banyak serangan terjadi. Polisi terlihat kurang sigap dalam menangani situasi, sementara Gani terus melancarkan aksinya tanpa banyak hambatan.

Akhir Cerita: Pertarungan Terakhir dan Pengungkapan Motif

Puncak film terjadi ketika Oscar dan William akhirnya menemukan lokasi persembunyian Gani. Dengan kemampuan teknologinya, mereka berhasil meretas sistem komunikasi organisasi teroris ini dan mengungkap rencana pengeboman berikutnya.

Dalam adegan terakhir, terjadi pertempuran sengit antara pasukan keamanan dan kelompok Gani. Beberapa karakter utama terlibat dalam perkelahian tangan kosong serta baku tembak yang intens. Pada akhirnya, Gani berhasil di lumpuhkan, tetapi bukan tanpa konsekuensi besar.

Film di akhiri dengan suasana penuh kehancuran di Jakarta. Meski ancaman teroris telah di hentikan, kerusakan yang di tinggalkan sangat besar, dan pertanyaan moral pun muncul: apakah tindakan Gani murni karena ideologi, atau sekadar balas dendam pribadi terhadap sistem yang ia benci?

Kesimpulan  Film 13 Bom di Jakarta (2023)

13 Bom di Jakarta adalah film yang menawarkan pengalaman aksi penuh ketegangan, di dukung oleh sinematografi yang apik dan akting yang solid. Namun, dari segi cerita, film ini memiliki banyak kelemahan dalam narasi dan logika alur cerita.

Bagi pecinta film aksi yang mencari hiburan penuh adrenalin, film ini tetap layak di tonton. Namun, bagi yang mengutamakan cerita yang realistis, 13 Bom di Jakarta mungkin akan terasa mengecewakan.

Diposting pada:
Dilihat:53
Tagline:Indonesia’s Biggest Action Film This Year.
Kualitas:
Tahun:
Durasi: 143 Min
Rilis:
Bahasa:Bahasa indonesia
Anggaran:$ 4.722.030,00
Pendapatan:$ 953.672,00